6.1 Contextualizing Period 6
Learning Objective Unit 6.A: Explain the historical context for the rise of industrial capitalism in the United States.
- KC-6.1 Technological advances, large-scale production methods, and the opening of new markets encouraged the rise of industrial capitalism in the United States.
- KC-6.1.I Large-scale industrial production— accompanied by massive technological change, expanding international communication networks, and pro-growth government policies—generated rapid economic development and business consolidation.
- KC-6.1.II A variety of perspectives on the economy and labor developed during a time of financial panics and downturns.
- KC-6.1.III New systems of production and transportation enabled consolidation within agriculture, which, along with periods of instability, spurred a variety of responses from farmers.
- KC-6.2 The migrations that accompanied industrialization transformed both urban and rural areas of the United States and caused dramatic social and cultural change.
- KC-6.2.I International and internal migration increased urban populations and fostered the growth of a new urban culture.
- KC-6.2.II Larger numbers of migrants moved to the West in search of land and economic opportunity, frequently provoking competition and violent conflict.
- KC-6.3 The Gilded Age produced new cultural and intellectual movements, public reform efforts, and political debates over economic and social policies.
- KC-6.3.I New cultural and intellectual movements both buttressed and challenged the social order of the Gilded Age.
- KC-6.3.II Dramatic social changes in the period inspired political debates over citizenship, corruption, and the proper relationship between business and government.
6.1 Memasukkan Period 6 ke dalam Konteks
Tujuan Pembelajaran Unit 6.A: Jelaskan konteks sejarah naiknya kapitalisme industri di Amerika Serikat.
- KC-6.1 Kemajuan teknologi, metode produksi berskala besar, dan pembukaan pasar baru mendorong naiknya kapitalisme industri di Amerika Serikat.
- KC-6.1.I Produksi industri berskala besar—disertai perubahan teknologi masif, perluasan jaringan komunikasi internasional, dan kebijakan pemerintah yang mendukung pertumbuhan—menghasilkan pembangunan ekonomi yang cepat dan konsolidasi bisnis.
- KC-6.1.II Berbagai perspektif mengenai ekonomi dan tenaga kerja berkembang pada masa krisis keuangan dan resesi.
- KC-6.1.III Sistem produksi dan transportasi baru memungkinkan konsolidasi dalam pertanian, yang bersama dengan periode ketidakstabilan, memicu berbagai respons dari para petani.
- KC-6.2 Migrasi yang menyertai industrialisasi mengubah baik wilayah perkotaan maupun pedesaan di Amerika Serikat dan menyebabkan perubahan sosial dan budaya yang drastis.
- KC-6.2.I Migrasi internasional dan internal meningkatkan populasi perkotaan dan mendorong tumbuhnya budaya perkotaan baru.
- KC-6.2.II Jumlah migran yang lebih besar berpindah ke Barat untuk mencari lahan dan peluang ekonomi, sering kali memicu persaingan dan konflik violent.
- KC-6.3 Era Gilded Age menghasilkan gerakan budaya dan intelektual baru, upaya reformasi publik, dan perdebatan politik mengenai kebijakan ekonomi dan sosial.
- KC-6.3.I Gerakan budaya dan intelektual baru sekaligus memperkuat dan menantang tatanan sosial Era Gilded Age.
- KC-6.3.II Perubahan sosial yang drastis pada periode tersebut menginspirasi perdebatan politik mengenai kewarganegaraan, korupsi, dan hubungan yang tepat antara bisnis dan pemerintah.
6.2 Westward Expansion: Economic Development
Thematic Focus (MIG): Migration and Settlement — Push and pull factors shape immigration to and migration within America, and the demographic change as a result of these moves shapes the migrants, society, and the environment.
Learning Objective Unit 6.B: Explain the causes and effects of the settlement of the West from 1877 to 1898.
- KC-6.1.III.A Improvements in mechanization helped agricultural production increase substantially and contributed to declines in food prices.
- KC-6.1.III.B Many farmers responded to the increasing consolidation in agricultural markets and their dependence on the evolving railroad system by creating local and regional cooperative organizations.
- KC-6.1.I.A Following the Civil War, government subsidies for transportation and communication systems helped open new markets in North America.
- KC-6.2.II.A The building of transcontinental railroads, the discovery of mineral resources, and government policies promoted economic growth and created new communities and centers of commercial activity.
6.2 Ekspansi Barat: Pengembangan Ekonomi
Fokus Tematik (MIG): Migrasi dan Pemukiman — Faktor dorong dan tarik membentuk imigrasi ke dalam dan migrasi di dalam Amerika, dan perubahan demografis akibat perpindahan ini membentuk para migran, masyarakat, dan lingkungan.
Tujuan Pembelajaran Unit 6.B: Jelaskan penyebab dan dampak pemukiman di Barat dari 1877 hingga 1898.
- KC-6.1.III.A Peningkatan mekanisasi membantu produksi pertanian meningkat secara substansial dan berkontribusi pada penurunan harga pangan.
- KC-6.1.III.B Banyak petani merespons meningkatnya konsolidasi di pasar pertanian dan ketergantungan mereka pada sistem rel yang sedang berkembang dengan menciptakan organisasi koperasi lokal dan regional.
- KC-6.1.I.A Setelah Perang Saudara, subsidi pemerintah untuk sistem transportasi dan komunikasi membantu membuka pasar baru di Amerika Utara.
- KC-6.2.II.A Pembangunan kereta api lintas benua, penemuan sumber daya mineral, dan kebijakan pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan komunitas serta pusat aktivitas komersial baru.
6.3 Westward Expansion: Social and Cultural Development
Thematic Focus (MIG): Migration and Settlement — Push and pull factors shape immigration to and migration within America, and the demographic change as a result of these moves shapes the migrants, society, and the environment.
Learning Objective Unit 6.B: Explain the causes and effects of the settlement of the West from 1877 to 1898.
- KC-6.2.II.B In hopes of achieving ideals of self-sufficiency and independence, migrants moved to both rural and boomtown areas of the West for opportunities, such as building the railroads, mining, farming, and ranching.
- KC-6.2.II.C As migrant populations increased in number and the American bison population was decimated, competition for land and resources in the West among white settlers, American Indians, and Mexican Americans led to an increase in violent conflict.
- KC-6.2.II.D The U.S. government violated treaties with American Indians and responded to resistance with military force, eventually confining American Indians to reservations and denying tribal sovereignty.
- KC-6.2.II.E Many American Indians preserved their cultures and tribal identities despite government policies promoting assimilation, and they attempted to develop self-sustaining economic practices.
6.3 Ekspansi Barat: Pengembangan Sosial dan Budaya
Fokus Tematik (MIG): Migrasi dan Pemukiman — Faktor dorong dan tarik membentuk imigrasi ke dalam dan migrasi di dalam Amerika, dan perubahan demografis akibat perpindahan ini membentuk para migran, masyarakat, dan lingkungan.
Tujuan Pembelajaran Unit 6.B: Jelaskan penyebab dan dampak pemukiman di Barat dari 1877 hingga 1898.
- KC-6.2.II.B Dengan harapan mencapai ideal kemandirian dan kebebasan, pendatang berpindah ke area pedesaan dan kota-kota yang berkembang pesat di Barat untuk mendapatkan peluang, seperti membangun rel kereta api, pertambangan, pertanian, dan peternakan.
- KC-6.2.II.C Seiring bertambahnya jumlah populasi pendatang dan populasi bison Amerika punah, persaingan atas tanah dan sumber daya di Barat antara pendatang kulit putih, Orang Asli Amerika, dan Meksiko-Amerika menyebabkan peningkatan konflik bersenjata.
- KC-6.2.II.D Pemerintah AS melanggar perjanjian dengan Orang Asli Amerika dan merespons perlawanan dengan kekuatan militer, akhirnya membatasi Orang Asli Amerika di kawasan reservasi dan menolak kedaulatan suku.
- KC-6.2.II.E Banyak Orang Asli Amerika melestarikan budaya dan identitas suku mereka meskipun ada kebijakan pemerintah yang mendorong asimilasi, dan mereka mencoba mengembangkan praktik ekonomi yang mandiri.
