Skip to content · ⁨Lompat ke konten⁩

Natural Selection · ⁨Seleksi Alam⁩

AP Biology · ⁨AP Biologi⁩ · Topic 7 · ⁨Topik 7⁩

Video lesson for this topic · ⁨Pelajaran video untuk topik ini⁩ Open the video page · ⁨Buka halaman video⁩
8:10

Seleksi Alam

Ini adalah piring bakteri. Setiap cakram putih mengandung antibiotik berbeda — obat yang dibuat untuk membunuh mereka. Perhatikan cincin-cincin jernih. Cincin yang lebar berarti obat tersebut masih…

English narration · English + 中文 subtitles burned in · ⁨Narasi bahasa Inggris · Subtitle bahasa Inggris + 中文 disematkan langsung⁩

7.1

Introduction to Natural Selection · ⁨Pengantar Seleksi Alam⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (BIG IDEA 1 — Evolution): The process of evolution drives the diversity and unity of life.

Learning Objective 7.1.A: Describe the causes of natural selection.

  • 7.1.A.1 Natural selection is a major mechanism of evolution.
  • 7.1.A.2 According to Darwin's theory of natural selection, competition for limited resources results in differential survival. Individuals with more favorable phenotypes are more likely to survive and produce more offspring, thus passing on those favorable traits to subsequent generations.

Learning Objective 7.1.B: Explain how natural selection affects populations.

  • 7.1.B.1 Evolutionary fitness is measured by reproductive success.
  • 7.1.B.2 Biotic and abiotic environments can fluctuate, affecting the rate and direction of evolution. Different genetic variations can be selected in each generation.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (GAGASAN BESAR 1 — Evolusi): Proses evolusi mendorong keanekaragaman dan kesatuan kehidupan.

Tujuan Pembelajaran 7.1.A: Deskripsikan penyebab seleksi alam.

  • 7.1.A.1 Seleksi alam merupakan mekanisme utama evolusi.
  • 7.1.A.2 Menurut teori seleksi alam Darwin, kompetisi untuk sumber daya yang terbatas menghasilkan kelangsungan hidup yang berbeda. Individu dengan fenotipe yang lebih menguntungkan memiliki kemungkinan lebih besar untuk bertahan hidup dan menghasilkan lebih banyak keturunan, sehingga mewariskan sifat-sifat menguntungkan tersebut ke generasi berikutnya.

Tujuan Pembelajaran 7.1.B: Jelaskan bagaimana seleksi alam memengaruhi populasi.

  • 7.1.B.1 Kebugaran evolusioner diukur dari keberhasilan reproduksi.
  • 7.1.B.2 Lingkungan biotik dan abiotik dapat berfluktuasi, memengaruhi laju dan arah evolusi. Variasi genetik yang berbeda dapat dipilih pada setiap generasi.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

Evolution 进化 is a change in the heritable traits of a population over generations. Natural selection 自然选择 is its main driver: individuals vary, some variations are heritable, more offspring are produced than survive, and those with traits better suited to the environment survive and reproduce more. Over time, helpful traits become more common.

Bahasa Indonesia

Evolusi adalah perubahan sifat yang dapat diwariskan pada suatu populasi selama generasi. Seleksi alam adalah penggerak utamanya: individu bervariasi, beberapa variasi dapat diwariskan, lebih banyak keturunan diproduksi daripada yang bertahan hidup, dan mereka yang memiliki sifat lebih sesuai dengan lingkungan bertahan hidup dan bereproduksi lebih banyak. Seiring waktu, sifat-sifat yang membantu menjadi lebih umum.

Seleksi alam: yang paling beradaptasi bertahan, bereproduksi, dan mewariskan alel mereka
Seleksi alam: yang paling beradaptasi bertahan hidup, bereproduksi, dan mewariskan alel mereka
Vocabulary · ⁨Kosa kata⁩ Train · ⁨Latih⁩
English Bahasa Indonesia
Evolution/ɪvəˈluːʃn/ Evolusi
Natural selection/ˈnætʃərəl sɪˈlekʃn/ Seleksi alam
7.2

Natural Selection · ⁨Seleksi Alam⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (BIG IDEA 1 — Evolution): The process of evolution drives the diversity and unity of life.

Learning Objective 7.2.A: Describe the importance of phenotypic variation in a population.

  • 7.2.A.1 Natural selection acts on phenotypic variations in populations.
  • 7.2.A.2 Environments change and apply selective pressures to populations.
    • Illustrative examples for 7.2.A.2: Flowering time in relation to global climate change
  • 7.2.A.3 Some phenotypic variations can increase or decrease the fitness of an organism in particular environments.
    • Illustrative examples for 7.2.A.3: Sickle cell anemia; DDT resistance in insects

Learning Objective 7.2.B: Explain how variation in molecules within cells connects to the fitness of an organism.

  • 7.2.B.1 Variation in the number and types of molecules within cells can provide populations a greater ability to survive and reproduce in different environments.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (GAGASAN BESAR 1 — Evolusi): Proses evolusi mendorong keanekaragaman dan kesatuan kehidupan.

Tujuan Pembelajaran 7.2.A: Jelaskan pentingnya variasi fenotip dalam suatu populasi.

  • 7.2.A.1 Seleksi alami bekerja pada variasi fenotip dalam populasi.
  • 7.2.A.2 Lingkungan berubah dan menerapkan tekanan seleksi kepada populasi.
    • Contoh ilustratif untuk 7.2.A.2: Waktu berbungu terkait dengan perubahan iklim global
  • 7.2.A.3 Beberapa variasi fenotip dapat meningkatkan atau menurunkan kebugaran organisme dalam lingkungan tertentu.
    • Contoh ilustratif untuk 7.2.A.3: Anemia sel sabit; resistensi DDT pada serangga

Tujuan Pembelajaran 7.2.B: Jelaskan bagaimana variasi molekul di dalam sel terhubung dengan kebugaran organisme.

  • 7.2.B.1 Variasi dalam jumlah dan jenis molekul di dalam sel dapat memberikan populasi kemampuan lebih besar untuk bertahan hidup dan bereproduksi di lingkungan yang berbeda.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

Selection acts on variation 变异. Fitness 适合度 means reproductive success, not strength. Selection comes in modes: directional (favors one extreme), stabilizing (favors the average), and disruptive (favors both extremes). The environment does the "selecting," so a trait that helps in one setting may not in another. Well-suited traits are adaptations 适应.

Bahasa Indonesia
Moth kapur bentuk gelap (carbonaria) — melanisme industri adalah studi kasus seleksi alam klasik
Kupu-kupu lada bentuk gelap (carbonaria) — melanisme industri adalah studi kasus seleksi alam klasik

Seleksi bekerja pada variasi. Fitness berarti keberhasilan reproduksi, bukan kekuatan. Seleksi datang dalam mode: directional (mendukung satu ekstrem), stabilizing (mendukung rata-rata), dan disruptive (mendukung kedua ekstrem). Lingkungan melakukan "pemilihan", sehingga sifat yang membantu dalam satu setting mungkin tidak dalam yang lain. Sifat yang sangat cocok disebut adaptasi.

Seleksi menstabilkan, berarah, dan disruptif
Seleksi stabilisasi, directional, dan disruptif
Explore · ⁨Jelajahi⁩

Watch selection shift a population · ⁨Sahkan seleksi mengubah populasi⁩

Natural selection: individuals better suited to the environment survive and reproduce more, so helpful traits spread. Change the environment and watch the population adapt. · ⁨Seleksi alam: individu yang lebih sesuai dengan lingkungan bertahan hidup dan bereproduksi lebih banyak, sehingga sifat bermanfaat menyebar. Ubah lingkungannya dan saksikan populasi beradaptasi.⁩

Vocabulary · ⁨Kosa kata⁩ Train · ⁨Latih⁩
English Bahasa Indonesia
Fitness/ˈfɪtnəs/ Kebugaran
adaptations/ˌædæpˈteɪʃnz/ adaptasi
artificial selection/ˌɑːtɪˈfɪʃl sɪˈlekʃn/ seleksi buatan
Population genetics/ˌpɒpjʊˈleɪʃn dʒɪˈnetɪks/ Genetika populasi
allele frequencies/əˈliːl ˈfriːkwənsiz/ frekuensi alel
gene flow/dʒiːn fləʊ/ aliran gen
genetic drift/dʒɪˈnetɪk drɪft/ hanyutan genetik
7.3

Artificial Selection · ⁨Seleksi Buatan⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (BIG IDEA 1 — Evolution): The process of evolution drives the diversity and unity of life.

Learning Objective 7.3.A: Explain how humans can affect diversity within a population.

  • 7.3.A.1 Through artificial selection, humans affect variation in other species.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (GAGASAN BESAR 1 — Evolusi): Proses evolusi mendorong keanekaragaman dan kesatuan kehidupan.

Tujuan Pembelajaran 7.3.A: Jelaskan bagaimana manusia dapat memengaruhi keragaman dalam suatu populasi.

  • 7.3.A.1 Melalui seleksi buatan, manusia memengaruhi variasi pada spesies lain.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

In artificial selection 人工选择, humans – not nature – choose which individuals breed, selecting for desired traits (crops, livestock, dogs). It works the same way as natural selection and, being fast and visible, is strong evidence that selection can reshape populations.

Bahasa Indonesia

Dalam seleksi buatan, manusia – bukan alam – memilih individu mana yang kawin, memilih untuk sifat yang diinginkan (tanaman pangan, ternak, anjing). Ini bekerja sama seperti seleksi alam dan, karena cepat dan terlihat jelas, merupakan bukti kuat bahwa seleksi dapat membentuk ulang populasi.

Pemilihan buatan membuat fitur yang diinginkan lebih umum dari generasi ke generasi
Pembiakan terpilih membuat fitur yang diinginkan menjadi lebih umum sepanjang generasi
7.4

Population Genetics · ⁨Genetika Populasi⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (BIG IDEA 1 — Evolution): The process of evolution drives the diversity and unity of life.

Learning Objective 7.4.A: Explain how random occurrences affect the genetic makeup of a population.

  • 7.4.A.1 Evolution is also driven by random occurrences.
    • i. Mutation is a random process that adds new genetic variation to a population.
    • ii. Genetic drift is a change in allele frequencies attributable to a nonselective process occurring in small populations.
    • iii. The bottleneck effect is a type of genetic drift that occurs when a population size is reduced to a small number of individuals for at least one generation.
    • iv. The founder effect is a type of genetic drift that occurs when a population is separated from other members of the population. The frequency of genes and traits will shift based on the genes in this new founder population.
    • v. Migration can result in gene flow (the addition or removal of alleles from a population).

Learning Objective 7.4.B: Describe the role of random processes in the evolution of specific populations.

  • 7.4.B.1 Random processes can lead to changes in allele frequencies in a population.
    • i. Mutations result in genetic variation, which provides phenotypes on which natural selection acts.
    • ii. Genetic drift can allow a small population to diverge from other populations of the same species.
    • iii. Gene flow between two populations prevents them from diverging into separate species.

Learning Objective 7.4.C: Describe the change in the genetic makeup of a population over time.

  • 7.4.C.1 Changes in allele frequencies provide evidence for the occurrence of evolution in a population.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (GAGASAN BESAR 1 — Evolusi): Proses evolusi mendorong keanekaragaman dan kesatuan kehidupan.

Tujuan Pembelajaran 7.4.A: Jelaskan bagaimana kejadian acam memengaruhi susunan genetik suatu populasi.

  • 7.4.A.1 Evolusi juga didorong oleh kejadian acak.
    • i. Mutasi adalah proses acak yang menambah variasi genetik baru ke dalam populasi.
    • ii. Drift genetik adalah perubahan frekuensi alel yang disebabkan oleh proses non-selektif yang terjadi pada populasi kecil.
    • iii. Efek bottleneck adalah jenis drift genetik yang terjadi ketika ukuran populasi berkurang menjadi sedikit individu selama setidaknya satu generasi.
    • iv. Efek pendiri adalah jenis drift genetik yang terjadi ketika suatu populasi terpisah dari anggota populasi lainnya. Frekuensi gen dan sifat akan bergeser berdasarkan gen-gen dalam populasi pendiri baru ini.
    • v. Migrasi dapat menyebabkan aliran gen (penambahan atau penghapusan alel dari suatu populasi).

Tujuan Pembelajaran 7.4.B: Jelaskan peran proses acak dalam evolusi populasi spesifik.

  • 7.4.B.1 Proses acak dapat menyebabkan perubahan frekuensi alel dalam populasi.
    • i. Mutasi menghasilkan variasi genetik, yang menyediakan fenotipe tempat seleksi alam bekerja.
    • ii. Drift genetik dapat memungkinkan populasi kecil menyimpang dari populasi lain dari spesies yang sama.
    • iii. Aliran gen antara dua populasi mencegah mereka menyimpang menjadi spesies terpisah.

Tujuan Pembelajaran 7.4.C: Jelaskan perubahan susunan genetik suatu populasi seiring waktu.

  • 7.4.C.1 Perubahan frekuensi alel memberikan bukti terjadinya evolusi dalam suatu populasi.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

Population genetics 群体遗传学 studies the pool of alleles in a population. Evolution is a change in allele frequencies 等位基因频率 over time. Besides natural selection, allele frequencies change through mutation (new alleles), gene flow 基因流 (migration), and genetic drift 遗传漂变 (random change, strongest in small populations – the bottleneck and founder effects).

Bahasa Indonesia

Genetika populasi mempelajari kumpulan alel dalam suatu populasi. Evolusi adalah perubahan frekuensi alel seiring waktu. Selain seleksi alam, frekuensi alel berubah melalui mutasi (alel baru), aliran gen (migrasi), dan hanyutan genetik (perubahan acak, terkuat dalam populasi kecil – efek bottleneck dan pendiri).

Leher botol populasi mengurangi variasi genetik
Bottleneck populasi mengurangi keragaman genetik
7.5

Hardy-Weinberg Equilibrium · ⁨Kesetimbangan Hardy-Weinberg⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (BIG IDEA 1 — Evolution): The process of evolution drives the diversity and unity of life.

Learning Objective 7.5.A: Describe the conditions under which allele and genotype frequencies will change in populations.

  • 7.5.A.1 The Hardy–Weinberg Equilibrium is a model for describing and predicting allele frequencies in a non-evolving population. Conditions for a population or an allele to be in Hardy–Weinberg equilibrium are:

    • i. A large population size
    • ii. No migration
    • iii. No new mutations
    • iv. Random mating
    • v. No natural selection

    These conditions are never met, but they provide a valuable null hypothesis.

  • 7.5.A.2 Allele frequencies in a nonevolving population can be calculated from genotype frequencies.

    • Equation: Hardy–Weinberg Equation— $p^2 + 2pq + q^2 = 1$; $p + q = 1$, where: $p$ = frequency of allele 1 in the population; $q$ = frequency of allele 2 in the population
    • Illustrative examples for 7.5.A.2: Graphic analysis of allele frequencies in a population
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (GAGASAN BESAR 1 — Evolusi): Proses evolusi mendorong keanekaragaman dan kesatuan kehidupan.

Tujuan Pembelajaran 7.5.A: Jelaskan kondisi di mana frekuensi alel dan genotipe akan berubah dalam populasi.

  • 7.5.A.1 Kesetimbangan Hardy–Weinberg adalah model untuk menggambarkan dan memprediksi frekuensi alel dalam populasi yang tidak berevolusi. Kondisi agar suatu populasi atau alel berada dalam kesetimbangan Hardy–Weinberg adalah:

    • i. Ukuran populasi yang besar
    • ii. Tidak ada migrasi
    • iii. Tidak ada mutasi baru
    • iv. Perkawinan acak
    • v. Tidak ada seleksi alami

    Kondisi-kondisi ini tidak pernah terpenuhi sepenuhnya, namun menyediakan hipotesis nol yang berharga.

  • 7.5.A.2 Frekuensi alel dalam populasi yang tidak berevolusi dapat dihitung dari frekuensi genotipe.

    • Persamaan: Persamaan Hardy–Weinberg— $p^2 + 2pq + q^2 = 1$; $p + q = 1$, di mana: $p$ = frekuensi alel 1 dalam populasi; $q$ = frekuensi alel 2 dalam populasi
    • Contoh ilustratif untuk 7.5.A.2: Analisis grafik frekuensi alel dalam suatu populasi

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

The Hardy–Weinberg 哈迪-温伯格 model gives the allele and genotype frequencies expected when a population is not evolving. With allele frequencies $p$ and $q$ ($p+q=1$):

$$p^2 + 2pq + q^2 = 1,$$
where $p^2$ and $q^2$ are the homozygotes and $2pq$ the heterozygotes. It holds only under five conditions (no selection, no mutation, no migration, random mating, large population); when real data differ from the prediction, the population is evolving.

Worked example. In a population, $16\%$ of individuals show the recessive phenotype, so $q^2=0.16$ and $q=\sqrt{0.16}=0.4$. Then $p=1-q=0.6$. The predicted carrier frequency (heterozygotes) is $2pq=2(0.6)(0.4)=0.48$, i.e. $48\%$, and the homozygous dominants are $p^2=0.6^2=0.36$, i.e. $36\%$. As a check, $0.36+0.48+0.16=1$. This is the standard route: recessive phenotype $\to q^2\to q\to p\to$ everything else.

Bahasa Indonesia

Model Hardy–Weinberg memberikan frekuensi alel dan genotipe yang diharapkan ketika suatu populasi tidak sedang berevolusi. Dengan frekuensi alel $p$ dan $q$ ($p+q=1$):

$$p^2 + 2pq + q^2 = 1,$$
di mana $p^2$ dan $q^2$ adalah homozigot dan $2pq$ adalah heterozigot. Hal ini hanya berlaku di bawah lima kondisi (tidak ada seleksi, tidak ada mutasi, tidak ada migrasi, perkawinan acak, populasi besar); ketika data nyata berbeda dari prediksi, populasi sedang berevolusi.

Contoh terpecahkan. Dalam suatu populasi, $16\%$ individu menunjukkan fenotipe resesif, sehingga $q^2=0.16$ dan $q=\sqrt{0.16}=0.4$. Maka $p=1-q=0.6$. Frekuensi pembawa yang diprediksi (heterozigot) adalah $2pq=2(0.6)(0.4)=0.48$, yaitu $48\%$, dan homozigot dominan adalah $p^2=0.6^2=0.36$, yaitu $36\%$. Sebagai pengecekan, $0.36+0.48+0.16=1$. Ini adalah alur standar: fenotipe resesif $\to q^2\to q\to p\to$ semua yang lainnya.

Hardy–Weinberg: frekuensi alel p dan q menghasilkan frekuensi genotipe p², 2pq, q²
Hardy–Weinberg: frekuensi alel p dan q menghasilkan frekuensi genotipe p², 2pq, q²
Explore · ⁨Jelajahi⁩

Allele frequencies across a cross · ⁨Frekuensi alel lintas silang⁩

Hardy-Weinberg predicts genotype frequencies ($p^2+2pq+q^2$) in a population that isn't evolving. A Punnett square shows the same allele combining at the population scale. · ⁨Hardy-Weinberg memprediksi frekuensi genotipe ($p^2+2pq+q^2$) dalam populasi yang tidak berevolusi. Kotak Punnett menunjukkan penggabungan alel yang sama pada skala populasi.⁩

Vocabulary · ⁨Kosa kata⁩ Train · ⁨Latih⁩
English Bahasa Indonesia
Hardy–Weinberg/ˈhɑːdi ˈwaɪnbɜːɡ/ Hardy–Weinberg
fossil record/ˈfɒsl ˈrekɔːd/ rekaman fosil
homologous structures/həˈmɒləɡəs ˈstrʌktʃəz/ struktur homolog
vestigial structures/ˈvestɪdʒl ˈstrʌktʃəz/ struktur vestigial
common ancestor/ˈkɒmən ˈænsestə/ nenek moyang bersama
phylogenetic tree/ˌfaɪləʊdʒˈnetɪk triː/ pohon filogenetik
7.6

Evidence of Evolution · ⁨Bukti Evolusi⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (BIG IDEA 1 — Evolution): The process of evolution drives the diversity and unity of life.

Learning Objective 7.6.A: Describe the types of data that provide evidence for evolution.

  • 7.6.A.1 Evolution is supported by scientific evidence from many disciplines (geographical, geological, physical, biochemical, and mathematical data).

Learning Objective 7.6.B: Explain how morphological, biochemical, and geological data provide evidence that organisms have changed over time.

  • 7.6.B.1 Molecular, morphological, and genetic evidence from extant and extinct organisms adds to our understanding of evolution.
    • i. Fossils can be dated by a variety of methods. These include 1) the age of the rocks where a fossil is found; 2) the rate of decay of isotopes including carbon-14; and 3) geographical data.
    • ii. Morphological homologies, including vestigial structures, provide evidence of common ancestry.
  • 7.6.B.2 A comparison of DNA nucleotide sequences and protein amino acid sequences provides evidence for evolution and common ancestry.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (GAGASAN BESAR 1 — Evolusi): Proses evolusi mendorong keanekaragaman dan kesatuan kehidupan.

Tujuan Pembelajaran 7.6.A: Jelaskan jenis-jenis data yang memberikan bukti evolusi.

  • 7.6.A.1 Evolusi didukung oleh bukti ilmiah dari banyak disiplin ilmu (data geografis, geologis, fisik, biokimia, dan matematis).

Tujuan Pembelajaran 7.6.B: Jelaskan bagaimana data morfologi, biokimia, dan geologi memberikan bukti bahwa organisme telah berubah sepanjang waktu.

  • 7.6.B.1 Bukti molekuler, morfologi, dan genetik dari organisme yang masih hidup maupun yang sudah punah menambah pemahaman kita tentang evolusi.
    • i. Fosil dapat ditanggalai dengan berbagai metode. Metode-metode ini meliputi 1) usia batuan tempat fosil ditemukan; 2) tingkat peluruhan isotop termasuk karbon-14; dan 3) data geografis.
    • ii. Homologi morfologi, termasuk struktur vestigial, memberikan bukti asal-usul bersama.
  • 7.6.B.2 Perbandingan sekuens nukleotida DNA dan sekuens asam amino protein memberikan bukti evolusi dan asal-usul bersama.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

Multiple independent lines support evolution: the fossil record 化石记录, homologous structures 同源结构 (shared anatomy from common ancestry), vestigial structures 痕迹器官, shared embryology, and molecular evidence – the near-universal genetic code and matching DNA/protein sequences.

Bahasa Indonesia
Fosil Archaeopteryx: bulu ditambah ciri reptil — bukti nenek moyang bersama
Fosil Archaeopteryx: bulu ditambah ciri reptil — bukti nenek moyang bersama

Garis bukti independen yang ganda mendukung evolusi: rekaman fosil, struktur homolog (anatomi bersama dari nenek moyang bersama), struktur vestigial, embriologi bersama, dan bukti molekuler—kode genetik yang hampir universal serta urutan DNA/protein yang cocok.

7.7

Common Ancestry · ⁨Nenek Moyang Bersama⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (BIG IDEA 1 — Evolution): The process of evolution drives the diversity and unity of life.

Learning Objective 7.7.A: Describe structural and functional evidence on cellular and molecular levels that provides evidence for the common ancestry of all eukaryotes.

  • 7.7.A.1 Structural and functional evidence indicates common ancestry of all eukaryotes. This evidence includes:
    • i. Membrane-bound organelles
    • ii. Linear chromosomes
    • iii. Genes that contain introns
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (GAGASAN BESAR 1 — Evolusi): Proses evolusi mendorong keanekaragaman dan kesatuan kehidupan.

Tujuan Pembelajaran 7.7.A: Jelaskan bukti struktural dan fungsional pada tingkat seluler dan molekuler yang memberikan bukti asal-usul bersama semua eukariota.

  • 7.7.A.1 Bukti struktural dan fungsional menunjukkan asal-usul bersama semua eukariota. Bukti-bukti ini mencakup:
    • i. Organel terikat membran
    • ii. Kromosom linier
    • iii. Gen yang mengandung intron

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

All life shares a common ancestor 共同祖先, shown by universal features: the same DNA/RNA machinery, the same genetic code, ribosomes, and core metabolic pathways in all organisms. The more features and sequences two species share, the more recently they diverged.

Bahasa Indonesia

Semua kehidupan memiliki nenek moyang bersama, ditunjukkan oleh fitur universal: mesin DNA/RNA yang sama, kode genetik yang sama, ribosom, dan jalur metabolik inti pada semua organisme. Semakin banyak fitur dan urutan yang dibagikan dua spesies, semakin baru mereka bercabang.

Archaeopteryx: fosil transisi menghubungkan kelompok utama dan mendukung nenek moyang bersama
Archaeopteryx: fosil transisi menghubungkan kelompok utama dan mendukung nenek moyang bersama
7.8

Continuing Evolution · ⁨Evolusi Berkelanjutan⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (BIG IDEA 1 — Evolution): The process of evolution drives the diversity and unity of life.

Learning Objective 7.8.A: Explain how evolution is an ongoing process in all living organisms.

  • 7.8.A.1 All species have evolved and continue to evolve. Examples include:
    • i. Genomic changes over time
    • ii. Continuous change in the fossil record
    • iii. Evolution of resistance to antibiotics, pesticides, herbicides, or chemotherapy drugs
    • iv. Pathogens evolving and causing emergent diseases
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (GAGASAN BESAR 1 — Evolusi): Proses evolusi mendorong keanekaragaman dan kesatuan kehidupan.

Tujuan Pembelajaran 7.8.A: Jelaskan bagaimana evolusi adalah proses yang terus berlangsung pada semua organisme hidup.

  • 7.8.A.1 Semua spesies telah berevolusi dan terus berevolusi. Contohnya meliputi:
    • i. Perubahan genom seiring waktu
    • ii. Perubahan berkelanjutan dalam rekaman fosil
    • iii. Evolusi resistensi terhadap antibiotik, pestisida, herbisida, atau obat kemoterapi
    • iv. Patogen berevolusi dan menyebabkan penyakit baru yang muncul

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

Evolution is ongoing and observable: antibiotic-resistant bacteria, pesticide-resistant insects, and rapid changes in fast-breeding species. Because environments keep changing, selection keeps acting – evolution has no endpoint.

Bahasa Indonesia
Pelat sensitivitas antibiotik: zona jernih menunjukkan antibiotik mana yang membunuh bakteri
Pelat sensitivitas antibiotik: zona jernih menunjukkan antibiotik mana yang membunuh bakteri

Evolusi sedang berlangsung dan dapat diamati: bakteri resisten antibiotik, serangga resisten pestisida, dan perubahan cepat pada spesies yang berkembang biak dengan cepat. Karena lingkungan terus berubah, seleksi terus bekerja—evolusi tidak memiliki akhir.

Bagaimana resistensi antibiotik menyebar melalui populasi oleh seleksi alam
Bagaimana resistensi antibiotik menyebar melalui populasi oleh seleksi alam
7.9

Phylogeny · ⁨Filogeni⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (BIG IDEA 1 — Evolution): The process of evolution drives the diversity and unity of life.

Learning Objective 7.9.A: Describe the types of evidence that can be used to infer an evolutionary relationship.

  • 7.9.A.1 Phylogenetic trees and cladograms show hypothetical evolutionary relationships among lineages that can be tested.
  • 7.9.A.2 Phylogenetic trees show the amount of change over time calibrated by fossils or a molecular clock, whereas cladograms do not show time scale or the evolutionary difference between groups.
  • 7.9.A.3 Traits that are either gained or lost during evolution can be used to construct phylogenetic trees and cladograms. The out-group represents the lineage that is least closely related to the remainder of the organisms in the phylogenetic tree or cladogram.
    • i. Shared derived characters can be present in more than one lineage and indicate common ancestry. These are informative for the construction of phylogenetic trees and cladograms.
    • ii. Molecular data typically provide more accurate and reliable evidence than morphological traits in the construction of phylogenetic trees or cladograms.

Learning Objective 7.9.B: Explain how phylogenetic trees and cladograms can be used to infer evolutionary relatedness.

  • 7.9.B.1 Phylogenetic trees and cladograms can be used to illustrate speciation that has occurred. The nodes on a tree represent the most recent common ancestor of any two groups or lineages.
  • 7.9.B.2 Phylogenetic trees and cladograms can be constructed from morphological similarities of living or fossil species and from DNA and protein sequence similarities.
  • 7.9.B.3 Phylogenetic trees and cladograms represent hypotheses that are constantly being revised based on evidence.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (GAGASAN BESAR 1 — Evolusi): Proses evolusi mendorong keanekaragaman dan kesatuan kehidupan.

Tujuan Pembelajaran 7.9.A: Jelaskan jenis-jenis bukti yang dapat digunakan untuk menyimpulkan hubungan evolusi.

  • 7.9.A.1 Pohon filogeni dan kladogram menunjukkan hubungan evolusi hipotetis antar garis keturunan yang dapat diuji.
  • 7.9.A.2 Pohon filogeni menunjukkan besarnya perubahan sepanjang waktu yang dikalibrasi oleh fosil atau jam molekuler, sedangkan kladogram tidak menampilkan skala waktu atau perbedaan evolusi antar kelompok.
  • 7.9.A.3 Sifat-sifat yang diperoleh atau hilang selama evolusi dapat digunakan untuk menyusun pohon filogeni dan kladogram. Kelompok luar mewakili garis keturunan yang paling tidak erat hubungannya dengan sisa organisme dalam pohon filogeni atau kladogram.
    • i. Karakter turunan bersama dapat ada pada lebih dari satu garis keturunan dan menandakan asal-usul bersama. Hal ini informatif untuk penyusunan pohon filogeni dan kladogram.
    • ii. Data molekuler biasanya memberikan bukti yang lebih akurat dan dapat diandalkan daripada sifat morfologi dalam penyusunan pohon filogeni atau kladogram.

Tujuan Pembelajaran 7.9.B: Jelaskan bagaimana pohon filogeni dan kladogram dapat digunakan untuk menyimpulkan kekerabatan evolusi.

  • 7.9.B.1 Pohon filogeni dan kladogram dapat digunakan untuk mengilustrasikan spesiasi yang telah terjadi. Simpul pada sebuah pohon mewakili nenek moyang bersama terbaru dari dua kelompok atau garis keturunan apa pun.
  • 7.9.B.2 Pohon filogeni dan kladogram dapat disusun berdasarkan kesamaan morfologi spesies yang masih hidup atau fosil, serta kesamaan sekuens DNA dan protein.
  • 7.9.B.3 Pohon filogeni dan kladogram merepresentasikan hipotesis yang terus-menerus direvisi berdasarkan bukti.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

A phylogenetic tree 系统发育树 (cladogram) diagrams evolutionary relationships, with branch points marking common ancestors and shared derived traits grouping related species. Trees are hypotheses, revised as new (especially molecular) data arrive.

Bahasa Indonesia

Pohon filogenetik (kladogram) memetakan hubungan evolusi, dengan percabangan menandai nenek moyang bersama dan sifat turunan bersama yang mengelompokkan spesies terkait. Pohon adalah hipotesis yang direvisi saat data baru (terutama molekuler) datang.

Pohon kehidupan: filogeni mengelompokkan organisme berdasarkan nenek moyang bersama dari asal-usul bersama
Pohon kehidupan: filogeni mengelompokkan organisme berdasarkan nenek moyang bersama dari asal-usul bersama
7.10

Speciation · ⁨Spesiasi⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (BIG IDEA 1 — Evolution): The process of evolution drives the diversity and unity of life.

Learning Objective 7.10.A: Describe the conditions under which new species may arise.

  • 7.10.A.1 Speciation occurs when two populations become reproductively isolated from each other.
  • 7.10.A.2 The biological species concept provides a commonly used definition of a species for sexually reproducing organisms. It states that species can be defined as a group capable of interbreeding and exchanging genetic information to produce viable, fertile offspring.

Learning Objective 7.10.B: Describe the rate of evolution and speciation under different ecological conditions.

  • 7.10.B.1 Punctuated equilibrium is when evolution occurs rapidly after a long period of stasis. Gradualism is when evolution occurs slowly over hundreds of thousands or millions of years.
  • 7.10.B.2 Divergent evolution occurs when adaptation to new habitats results in phenotypic diversification. Speciation rates can be especially rapid during times of adaptive radiation as new habitats become available.
  • 7.10.B.3 Convergent evolution occurs when similar selective pressures result in similar phenotypic adaptations in different populations or species.

Learning Objective 7.10.C: Explain the processes and mechanisms that drive speciation.

  • 7.10.C.1 Sympatric speciation occurs in populations with geographic overlap. Allopatric speciation occurs in populations that are geographically isolated.
  • 7.10.C.2 Various pre-zygotic and post-zygotic mechanisms can maintain reproductive isolation and prevent gene flow between populations.
  • Illustrative examples for 7.10.C: Hawaiian Drosophila; Caribbean Anolis; Apple maggot Rhagoletis
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (GAGASAN BESAR 1 — Evolusi): Proses evolusi mendorong keanekaragaman dan kesatuan kehidupan.

Tujuan Pembelajaran 7.10.A: Deskripsikan kondisi di mana spesies baru dapat muncul.

  • 7.10.A.1 Spesiasi terjadi ketika dua populasi menjadi terisolasi secara reproduktif satu sama lain.
  • 7.10.A.2 Konsep spesies biologis menyediakan definisi spesies yang umum digunakan untuk organisme yang bereproduksi secara seksual. Konsep ini menyatakan bahwa spesies dapat didefinisikan sebagai kelompok yang mampu kawin silang dan bertukar informasi genetik untuk menghasilkan keturunan yang viabel dan fertile.

Tujuan Pembelajaran 7.10.B: Deskripsikan laju evolusi dan spesiasi di bawah kondisi ekologi yang berbeda.

  • 7.10.B.1 Kesetimbangan punctuated adalah ketika evolusi terjadi secara cepat setelah periode stasis yang panjang. Gradualisme adalah ketika evolusi terjadi secara perlahan selama ratusan ribu atau jutaan tahun.
  • 7.10.B.2 Evolusi divergen terjadi ketika adaptasi terhadap habitat baru menghasilkan diversifikasi fenotipe. Laju spesiasi dapat terutama cepat selama masa radiasi adaptif saat habitat baru tersedia.
  • 7.10.B.3 Evolusi konvergen terjadi ketika tekanan seleksi yang serupa menghasilkan adaptasi fenotipe yang serupa pada populasi atau spesies yang berbeda.

Tujuan Pembelajaran 7.10.C: Jelaskan proses dan mekanisme yang mendorong spesiasi.

  • 7.10.C.1 Spesiasi simpatrik terjadi pada populasi dengan tumpang tindih geografis. Spesiasi alopatrik terjadi pada populasi yang terisolasi secara geografis.
  • 7.10.C.2 Berbagai mekanisme pre-zygotik dan post-zygotik dapat mempertahankan isolasi reproduktif dan mencegah aliran gen antar populasi.
  • Contoh ilustratif untuk 7.10.C: Hawaiian Drosophila; Caribbean Anolis; Nyamuk apel Rhagoletis

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

Speciation 物种形成 is the origin of new species, usually when populations become reproductively isolated 生殖隔离 and diverge. Allopatric speciation follows a geographic split; sympatric speciation happens without one. Once populations can no longer interbreed, they are separate species.

Bahasa Indonesia

Spesiasi adalah asal-usul spesies baru, biasanya ketika populasi menjadi terisolasi secara reproduktif dan berdivergensi. Spesiasi allopatric mengikuti pemisahan geografis; spesiasi sympatric terjadi tanpanya. Setelah populasi tidak lagi dapat kawin silang, mereka adalah spesies terpisah.

Spesiasi allopatric dan sympatric
Spesiasi allopatric dan sympatric
Vocabulary · ⁨Kosa kata⁩ Train · ⁨Latih⁩
English Bahasa Indonesia
Speciation/ˌspiːʃɪˈeɪʃn/ Spesiasi
reproductively isolated/rɪprəˈdʌktɪvli ˈaɪsəleɪtɪd/ terisolasi secara reproduktif
diversity/daɪˈvɜːsɪti/ keberagaman
endosymbiosis/ˌendəʊˌsɪmbaɪˈəʊsɪs/ endosimbiosis
7.11

Variations in Populations · ⁨Variasi dalam Populasi⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (BIG IDEA 4 — Systems Interactions): Biological systems interact, and these systems and their interactions exhibit complex properties.

Learning Objective 7.11.A: Explain how the genetic diversity of a species or population affects its ability to withstand environmental pressures.

  • 7.11.A.1 The level of variation in a population affects population dynamics.
    • i. The ability of a population to respond to changes in the environment is influenced by genetic diversity. Species and populations with little genetic diversity are at risk of decline or extinction.
    • ii. Genetically diverse populations are more resilient to environmental perturbation because they are more likely to contain individuals that can withstand the environmental pressure.
    • iii. Alleles that are adaptive in one environmental condition may be deleterious in another because of different selective pressures.
    • Illustrative examples for 7.11.A.1: California condors; Black-footed ferrets; Prairie chickens; Potato blight; Corn rust; Genetic diversity and selective pressures; Antibiotic resistance in bacteria (not all individuals in a diverse population are susceptible to a disease outbreak)
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (GAGASAN BESAR 4 — Interaksi Sistem): Sistem biologis saling berinteraksi, dan sistem serta interaksinya menunjukkan sifat-sifat yang kompleks.

Tujuan Pembelajaran 7.11.A: Jelaskan bagaimana keragaman genetik suatu spesies atau populasi memengaruhi kemampuannya untuk menahan tekanan lingkungan.

  • 7.11.A.1 Tingkat variasi dalam suatu populasi memengaruhi dinamika populasi.
    • i. Kemampuan populasi untuk merespons perubahan lingkungan dipengaruhi oleh keragaman genetik. Spesies dan populasi dengan keragaman genetik yang rendah berisiko mengalami penurunan atau kepunahan.
    • ii. Populasi yang memiliki keragaman genetik lebih tangguh terhadap gangguan lingkungan karena kemungkinan besar mengandung individu yang mampu bertahan dari tekanan lingkungan tersebut.
    • iii. Alel yang adaptif pada satu kondisi lingkungan tertentu dapat bersifat merugikan pada kondisi lain akibat adanya tekanan seleksi yang berbeda.
    • Contoh ilustratif untuk 7.11.A.1: Burung elang California; musang hitam; ayam prairie; penyakit karat kentang; karat jagung; keragaman genetik dan tekanan seleksi; resistensi antibiotik pada bakteri (tidak semua individu dalam populasi yang beragam rentan terhadap wabah penyakit)

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

Genetic diversity 多样性 helps a population survive change – if conditions shift, some variants may already be suited to them. Low diversity (as in an endangered species) leaves a population vulnerable. Variation arises from mutation and the reshuffling of meiosis and sexual reproduction.

Bahasa Indonesia

Diversitas genetik membantu populasi bertahan dari perubahan—jika kondisi bergeser, beberapa varian mungkin sudah sesuai dengannya. Diversitas rendah (seperti pada spesies terancam punah) membuat populasi rentan. Variasi muncul dari mutasi dan pengacakan kembali selama meiosis dan reproduksi seksual.

Variasi diskontinu dan kontinu
Variasi diskontinu dan kontinu
Vocabulary · ⁨Kosa kata⁩ Train · ⁨Latih⁩
English Bahasa Indonesia
variation/ˌveərɪˈeɪʃn/ variasi
7.12

Origins of Life on Earth · ⁨Asal Usul Kehidupan di Bumi⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (BIG IDEA 4 — Systems Interactions): Biological systems interact, and these systems and their interactions exhibit complex properties.

Learning Objective 7.12.A: Describe the scientific evidence that supports models of the origin of life on Earth.

  • 7.12.A.1 The origin of life on Earth is supported by scientific evidence.
    • i. Geological evidence reinforces models of the origin of life on Earth.
    • ii. Earth formed approximately 4.6 billion years ago (bya). The environment was too hostile for life until about 3.9 bya, and the earliest fossil evidence for life dates to 3.5 bya. Taken together, this evidence provides a plausible range of dates for the origin of life.
  • 7.12.A.2 The RNA world hypothesis proposes that RNA could have been the earliest genetic material. There are three assumptions:
    • i. At some point in time, genetic continuity was assured by the replication of RNA.
    • ii. Base-pairing is necessary for replication.
    • iii. Genetically encoded proteins were not involved as catalysts.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (GAGASAN BESAR 4 — Interaksi Sistem): Sistem biologis saling berinteraksi, dan sistem serta interaksinya menunjukkan sifat-sifat yang kompleks.

Tujuan Pembelajaran 7.12.A: Jelaskan bukti ilmiah yang mendukung model asal-usul kehidupan di Bumi.

  • 7.12.A.1 Asal-usul kehidupan di Bumi didukung oleh bukti ilmiah.
    • i. Bukti geologi memperkuat model asal-usul kehidupan di Bumi.
    • ii. Bumi terbentuk sekitar 4.6 miliar tahun lalu (bya). Lingkungan terlalu tidak ramah bagi kehidupan hingga sekitar 3.9 bya, dan bukti fosil terawal kehidupan berasal dari 3.5 bya. Secara bersama-sama, bukti-bukti ini memberikan kisaran tanggal yang masuk akal untuk asal-usul kehidupan.
  • 7.12.A.2 Hipotesis dunia RNA mengusulkan bahwa RNA mungkin merupakan materi genetik paling awal. Terdapat tiga asumsi:
    • i. Pada suatu titik waktu, kontinuitas genetik dijamin melalui replikasi RNA.
    • ii. Pasangan basa diperlukan untuk replikasi.
    • iii. Protein yang dikodekan secara genetik tidak terlibat sebagai katalisator.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

Evidence suggests early Earth's conditions could form simple organic molecules (the Miller–Urey type experiments), which assembled into polymers, then self-replicating RNA (the "RNA world"), and eventually membrane-bound cells. The first cells were prokaryotes; eukaryotes arose later through endosymbiosis 内共生.

Bahasa Indonesia

Bukti menunjukkan kondisi Bumi awal dapat membentuk molekul organik sederhana (eksperimen tipe Miller–Urey), yang kemudian terkumpul menjadi polimer, lalu RNA yang bereplikasi sendiri ("dunia RNA"), dan akhirnya sel yang dibungkus membran. Sel pertama adalah prokariota; eukariota muncul kemudian melalui endosimbiosis.

Stromatolit: mat mikroba berlapis adalah salah satu bukti tertua kehidupan di Bumi
Stromatolit: mat mikroba berlapis adalah salah satu bukti tertua kehidupan di Bumi
Lubang hidrotermal: air panas kaya kimia mungkin telah menggerakkan metabolisme awal pada asal-usul kehidupan
Lubang hidrotermal: air panas kaya kimia mungkin telah menggerakkan metabolisme awal pada asal-usul kehidupan
7.12

Exam tips · ⁨Tips ujian⁩

English
  • State natural selection cleanly: variation → differential survival and reproduction → helpful traits become common.
  • Fitness = reproductive success, not strength or health.
  • Evolution is a change in allele frequencies in a population — individuals do not evolve.
  • Use Hardy–Weinberg ($p^2+2pq+q^2=1$): start from the recessive phenotype $q^2\to q\to p$.
  • Cite independent evidence (fossils, homologous structures, DNA) and explain speciation via reproductive isolation.
Bahasa Indonesia
  • Nyatakan seleksi alam dengan jelas: variasi → kelangsungan hidup dan reproduksi diferensial → sifat membantu menjadi umum.
  • Kebugaran = keberhasilan reproduktif, bukan kekuatan atau kesehatan.
  • Evolusi adalah perubahan dalam frekuensi alel dalam sebuah populasi—individu tidak berevolusi.
  • Gunakan Hardy–Weinberg ($p^2+2pq+q^2=1$): mulai dari fenotipe resesif $q^2\to q\to p$.
  • Kutip bukti independen (fosil, struktur homolog, DNA) dan jelaskan spesiasi melalui isolasi reproduktif.

Interactive lessons on this topic · ⁨Pelajaran interaktif untuk topik ini⁩

Work through it step by step, with instant-check exercises. · ⁨Kerjakan langkah demi langkah, dengan latihan pengecekan instan.⁩

Past Papers · ⁨Soal-Soil Masa Lalu⁩

More topics in AP Biology · ⁨AP Biologi⁩ · ⁨Topik lain dalam AP Biology · ⁨AP Biologi⁩⁩

Log in or create account · ⁨Masuk atau buat akun⁩

IGCSE, A-Level & AP