Skip to content · ⁨Lompat ke konten⁩

Populations · ⁨Populasi⁩

AP Environmental Science · ⁨AP Sains Lingkungan⁩ · Topic 3 · ⁨Topik 3⁩

Video lesson for this topic · ⁨Pelajaran video untuk topik ini⁩ Open the video page · ⁨Buka halaman video⁩
7:45

Populasi

Dalam 1944, dua puluh sembilan rusa kutub dilepaskan ke sebuah pulau kecil. Tidak ada predator, dan tanahnya tebal dengan lumut. Dalam waktu dua puluh tahun terdapat…

English narration · English + 中文 subtitles burned in · ⁨Narasi bahasa Inggris · Subtitle bahasa Inggris + 中文 disematkan langsung⁩

3.1

Generalist and Specialist Species · ⁨Spesies Generalis dan Spesialis⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (ERT-3): Populations change over time in reaction to a variety of factors.

Learning Objective ERT-3.A: Identify differences between generalist and specialist species.

  • ERT-3.A.1 Specialist species tend to be advantaged in habitats that remain constant, while generalist species tend to be advantaged in habitats that are changing.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (ERT-3): Populasi berubah seiring waktu sebagai respons terhadap berbagai faktor.

Tujuan Pembelajaran ERT-3.A: Identifikasi perbedaan antara spesies generalis dan spesialis.

  • ERT-3.A.1 Spesies spesialis cenderung diuntungkan di habitat yang tetap konstan, sementara spesies generalis cenderung diuntungkan di habitat yang sedang berubah.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

A generalist 广适性物种 can live in many habitats and eat many foods (raccoon, cockroach) – flexible, so it copes well with change. A specialist 狭适性物种 needs specific conditions or foods (panda, koala) – efficient in a stable habitat but very vulnerable if that habitat changes.

Bahasa Indonesia

Sebuah generalis dapat hidup di banyak habitat dan memakan banyak makanan (raksasa racun, kecoak) – fleksibel, sehingga mampu bertahan dengan baik terhadap perubahan. Seorang spesialis membutuhkan kondisi atau makanan spesifik (panda, koala) – efisien dalam habitat yang stabil tetapi sangat rentan jika habitat tersebut berubah.

3.2

K-Selected and r-Selected Species · ⁨Spesies Terpilih K dan Terpilih r⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (ERT-3): Populations change over time in reaction to a variety of factors.

Learning Objective ERT-3.B: Identify differences between K- and r-selected species.

  • ERT-3.B.1 K-selected species tend to be large, have few offspring per reproduction event, live in stable environments, expend significant energy for each offspring, mature after many years of extended youth and parental care, have long life spans/life expectancy, and reproduce more than once in their lifetime. Competition for resources in K-selected species' habitats is usually relatively high.
  • ERT-3.B.2 r-selected species tend to be small, have many offspring, expend or invest minimal energy for each offspring, mature early, have short life spans, and may reproduce only once in their lifetime. Competition for resources in r-selected species' habitats is typically relatively low.
  • ERT-3.B.3 Biotic potential refers to the maximum reproductive rate of a population in ideal conditions.
  • ERT-3.B.4 Many species have reproductive strategies that are not uniquely r-selected or K-selected, or they change in different conditions at different times.
  • ERT-3.B.5 K-selected species are typically more adversely affected by invasive species than r-selected species, which are minimally affected by invasive species. Most invasive species are r-selected species.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (ERT-3): Populasi berubah seiring waktu sebagai respons terhadap berbagai faktor.

Tujuan Pembelajaran ERT-3.B: Identifikasi perbedaan antara spesies terpilih K dan r.

  • ERT-3.B.1 Spesies terpilih K cenderung berukuran besar, memiliki sedikit keturunan per peristiwa reproduksi, hidup di lingkungan stabil, mengeluarkan energi signifikan untuk setiap keturunan, matang setelah banyak tahun masa muda dan perawatan orang tua yang panjang, memiliki umur/ekspektasi hidup yang panjang, dan bereproduksi lebih dari sekali dalam seumur hidupnya. Persaingan sumber daya di habitat spesies terpilih K biasanya relatif tinggi.
  • ERT-3.B.2 Spesies terpilih r cenderung berukuran kecil, memiliki banyak keturunan, mengeluarkan atau menginvestasikan energi minimal untuk setiap keturunan, matang lebih awal, memiliki umur pendek, dan mungkin hanya bereproduksi sekali dalam seumur hidupnya. Persaingan sumber daya di habitat spesies terpilih r biasanya relatif rendah.
  • ERT-3.B.3 Potensi biotik merujuk pada tingkat reproduksi maksimum suatu populasi dalam kondisi ideal.
  • ERT-3.B.4 Banyak spesies memiliki strategi reproduksi yang tidak secara eksklusif dipilih r atau K, atau mereka berubah dalam kondisi berbeda pada waktu yang berbeda.
  • ERT-3.B.5 Spesies terpilih K biasanya lebih terdampak negatif oleh spesies invasif dibandingkan spesies terpilih r, yang minim terdampak oleh spesies invasif. Sebagian besar spesies invasif adalah spesies terpilih r.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

Two reproductive strategies:

  • $r$-selected species produce many offspring with little care, mature fast, and have short lives (insects, weeds). They colonize quickly and boom-and-bust.
  • $K$-selected species produce few offspring with much care, mature slowly, and live long (elephants, humans). They do well near carrying capacity in stable environments but recover slowly from losses.
Bahasa Indonesia

Dua strategi reproduksi:

  • $r$-terpilih spesies menghasilkan banyak keturunan dengan sedikit perawatan, matang cepat, dan memiliki umur pendek (serangga, gulma). Mereka menjelajah dengan cepat dan mengalami lonjakan serta kehancuran.
  • $K$-terpilih spesies menghasilkan sedikit keturunan dengan banyak perawatan, matang lambat, dan hidup panjang (gajah, manusia). Mereka berkembang baik dekat kapasitas tampung dalam lingkungan yang stabil tetapi pulih lambat dari kerugian.
Gajah dewasa berjalan dengan anak tunggal kecilnya melintasi padang rumput
Gajah dengan anak tunggalnya: spesies terpilih K memiliki sedikit keturunan tetapi berinvestasi berat di setiap satu, sehingga pulih lambat jika jumlahnya turun
Kelinci muda: spesies terpilih r menghasilkan banyak keturunan dengan cepat dengan investasi parental yang minim
Kelinci muda: spesies terpilih r menghasilkan banyak keturunan dengan cepat dengan investasi parental yang minim
3.3

Survivorship Curves · ⁨Kurva Kelangsungan Hidup⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (ERT-3): Populations change over time in reaction to a variety of factors.

Learning Objective ERT-3.C: Explain survivorship curves.

  • ERT-3.C.1 A survivorship curve is a line that displays the relative survival rates of a cohort—a group of individuals of the same age—in a population, from birth to the maximum age reached by any one cohort member. There are Type I, Type II, and Type III curves.
  • ERT-3.C.2 Survivorship curves differ for K-selected and r-selected species, with K-selected species typically following a Type I or Type II curve and r-selected species following a Type III curve.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (ERT-3): Populasi berubah seiring waktu sebagai respons terhadap berbagai faktor.

Tujuan Pembelajaran ERT-3.C: Jelaskan kurva kelangsungan hidup.

  • ERT-3.C.1 Kurva kelangsungan hidup adalah garis yang menampilkan tingkat kelangsungan hidup relatif dari sebuah kohort—sekelompok individu dengan usia sama—dalam suatu populasi, sejak lahir hingga usia maksimum yang dicapai oleh anggota kohort mana pun. Terdapat kurva Tipe I, Tipe II, dan Tipe III.
  • ERT-3.C.2 Kurva kelangsungan hidup berbeda untuk spesies terpilih K dan r, dengan spesies terpilih K biasanya mengikuti kurva Tipe I atau Tipe II dan spesies terpilih r mengikuti kurva Tipe III.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

A survivorship curve 存活曲线 plots how many individuals survive at each age (on a log scale). Type I (humans): most survive to old age, then die – a convex curve. Type II (many birds): a constant death rate at all ages – a straight line. Type III ($r$-selected: fish, insects): most die young, a few survive – a concave curve.

Bahasa Indonesia

Sebuah kurva kelangsungan hidup memplot berapa banyak individu yang bertahan pada setiap usia (pada skala log). Tipe I (manusia): sebagian besar bertahan hingga tua, lalu mati – kurva cembung. Tipe II (banyak burung): tingkat kematian konstan di semua usia – garis lurus. Tipe III ($r$-terpilih: ikan, serangga): sebagian besar mati muda, sedikit yang bertahan – kurva cekung.

Kurva kelangsungan hidup Tipe I, II, dan III pada skala log
Kurva kelangsungan hidup Tipe I, II, dan III pada skala log
Vocabulary · ⁨Kosa kata⁩ Train · ⁨Latih⁩
English Bahasa Indonesia
generalist/ˈdʒenərəlɪst/ generalis
specialist/ˈspeʃəlɪst/ spesialis
survivorship curve/səˈvaɪvəʃɪp kɜːv/ kurva kelangsungan hidup
3.4

Carrying Capacity · ⁨Kapasitas Tampung⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (ERT-3): Populations change over time in reaction to a variety of factors.

Learning Objective ERT-3.D: Describe carrying capacity.

  • ERT-3.D.1 When a population exceeds its carrying capacity (carrying capacity can be denoted as K), overshoot occurs. There are environmental impacts of population overshoot, including resource depletion.

Learning Objective ERT-3.E: Describe the impact of carrying capacity on ecosystems.

  • ERT-3.E.1 A major ecological effect of population overshoot is dieback of the population (often severe to catastrophic) because the lack of available resources leads to famine, disease, and/or conflict.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (ERT-3): Populasi berubah seiring waktu sebagai respons terhadap berbagai faktor.

Tujuan Pembelajaran ERT-3.D: Jelaskan kapasitas dukung.

  • ERT-3.D.1 Ketika suatu populasi melebihi kapasitas dukungnya (kapasitas dukung dapat dilambangkan sebagai K), terjadi overshoot (kelebihan muat). Ada dampak lingkungan dari kelebihan muat populasi, termasuk habisnya sumber daya.

Tujuan Pembelajaran ERT-3.E: Jelaskan dampak kapasitas dukung terhadap ekosistem.

  • ERT-3.E.1 Efek ekologis utama dari kelebihan muat populasi adalah kemunduran populasi (sering kali parah hingga katastropik) karena kurangnya sumber daya yang tersedia yang menyebabkan kelaparan, penyakit, dan/atau konflik.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English
Predator & prey populations cycle
Exponential vs logistic growth

The carrying capacity 环境容纳量 ($K$) is the maximum population an environment can support long-term. A population may overshoot $K$ when resources are temporarily plentiful, then crash (dieback) as resources run out. Populations tend to fluctuate around $K$.

Bahasa Indonesia
Populasi predator & mangsa bersiklus
Pertumbuhan eksponensial vs logistik

Kapasitas tampung ($K$) adalah populasi maksimum yang dapat didukung lingkungan jangka panjang. Populasi dapat melebihi batas $K$ ketika sumber daya sementara melimpah, kemudian runtuh (kematian massal) saat sumber daya habis. Populasi cenderung berfluktuasi di sekitar $K$.

Pertumbuhan populasi melandai pada kapasitas tampung lingkungan
Pertumbuhan populasi melandai pada kapasitas tampung lingkungan
Kawanan rusa: ketika populasi mendekati kapasitas tampung, sumber daya membatasi pertumbuhan lebih lanjut
Kawanan rusa: ketika populasi mendekati kapasitas tampung, sumber daya membatasi pertumbuhan lebih lanjut
Explore · ⁨Jelajahi⁩

Growth up to carrying capacity · ⁨Pertumbuhan menuju kapasitas dukung⁩

A population grows toward the carrying capacity $K$ its resources can support, then levels off. Push the growth rate up and watch it overshoot and settle. · ⁨Populasi tumbuh menuju kapasitas dukung $K$ yang dapat ditopang sumber dayanya, lalu melandai. Dorong laju pertumbuhan naik dan saksikan ia melebihi batas dan menetap.⁩

Vocabulary · ⁨Kosa kata⁩ Train · ⁨Latih⁩
English Bahasa Indonesia
carrying capacity/ˈkæriɪŋ kəˈpæsɪti/ kapasitas dukung
exponentially/ˌekspəˈnenʃəli/ eksponensial
logistic/ləˈdʒɪstɪk/ logistik
Limiting factors/ˈlɪmɪtɪŋ ˈfæktəz/ Faktor pembatas
age-structure diagram/eɪdʒ ˈstrʌktʃə ˈdaɪəɡræm/ diagram struktur usia
total fertility rate/ˈtəʊtl fɜːˈtɪlɪti reɪt/ tingkat kesuburan total
ecological footprint/ˌekəˈlɒdʒɪkl ˈfʊtprɪnt/ jejak ekologis
3.5

Population Growth and Resource Availability · ⁨Pertumbuhan Populasi dan Ketersediaan Sumber Daya⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (ERT-3): Populations change over time in reaction to a variety of factors.

Learning Objective ERT-3.F: Explain how resource availability affects population growth.

  • ERT-3.F.1 Population growth is limited by environmental factors, especially by the available resources and space.
  • ERT-3.F.2 Resource availability and the total resource base are limited and finite over all scales of time.
  • ERT-3.F.3 When the resources needed by a population for growth are abundant, population growth usually accelerates.
  • ERT-3.F.4 When the resource base of a population shrinks, the increased potential for unequal distribution of resources will ultimately result in increased mortality, decreased fecundity, or both, resulting in population growth declining to, or below, carrying capacity.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (ERT-3): Populasi berubah seiring waktu sebagai respons terhadap berbagai faktor.

Tujuan Pembelajaran ERT-3.F: Jelaskan bagaimana ketersediaan sumber daya memengaruhi pertumbuhan populasi.

  • ERT-3.F.1 Pertumbuhan populasi dibatasi oleh faktor lingkungan, terutama oleh sumber daya dan ruang yang tersedia.
  • ERT-3.F.2 Ketersediaan sumber daya dan basis sumber daya total terbatas dan finite pada semua skala waktu.
  • ERT-3.F.3 Ketika sumber daya yang dibutuhkan oleh suatu populasi untuk pertumbuhan melimpah, pertumbuhan populasi biasanya dipercepat.
  • ERT-3.F.4 Ketika basis sumber daya suatu populasi menyusut, peningkatan potensi distribusi sumber daya yang tidak merata pada akhirnya akan mengakibatkan peningkatan kematian, penurunan fekunditas, atau keduanya, yang mengakibatkan pertumbuhan populasi menurun hingga, atau di bawah, kapasitas dukung.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

With abundant resources a population grows exponentially 指数增长 ($J$-curve). As resources become limited, growth slows to logistic 逻辑斯蒂增长 ($S$-curve), leveling at $K$. Limiting factors 限制因素 (food, water, space, disease) set the ceiling.

Bahasa Indonesia

Dengan sumber daya melimpah populasi tumbuh secara eksponensial ($J$-kurva). Saat sumber daya menjadi terbatas, pertumbuhan melambat menjadi logistik ($S$-kurva), melandai pada $K$. Faktor pembatas (makanan, air, ruang, penyakit) menetapkan batas atas.

3.6

Age Structure Diagrams · ⁨Diagram Struktur Usia⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (EIN-1): Human populations change in reaction to a variety of factors, including social and cultural factors.

Learning Objective EIN-1.A: Explain age structure diagrams.

  • EIN-1.A.1 Population growth rates can be interpreted from age structure diagrams by the shape of the structure.
  • EIN-1.A.2 A rapidly growing population will, as a rule, have a higher proportion of younger people compared to stable or declining populations.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (EIN-1): Populasi manusia berubah sebagai respons terhadap berbagai faktor, termasuk faktor sosial dan budaya.

Tujuan Pembelajaran EIN-1.A: Jelaskan diagram struktur usia.

  • EIN-1.A.1 Tingkat pertumbuhan populasi dapat ditafsirkan dari diagram struktur usia berdasarkan bentuk strukturnya.
  • EIN-1.A.2 Populasi yang tumbuh cepat akan, pada umumnya, memiliki proporsi penduduk yang lebih muda dibandingkan populasi yang stabil atau menurun.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

An age-structure diagram 年龄结构图 shows the proportion of a population in each age group. A wide base (many young) predicts rapid growth; even bars predict a stable population; a narrow base predicts decline. They forecast a country's future population.

Bahasa Indonesia

Sebuah diagram struktur usia menunjukkan proporsi populasi dalam setiap kelompok usia. Dasar yang lebar (banyak muda) memprediksi pertumbuhan cepat; bilah yang merata memprediksi populasi stabil; dasar yang sempit memprediksi penurunan. Mereka memproyeksikan populasi masa depan suatu negara.

Piramida penduduk negara berkembang dan negara maju
Piramida penduduk negara berkembang dan negara maju
3.7

Total Fertility Rate · ⁨Tingkat Fertilitas Total⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (EIN-1): Human populations change in reaction to a variety of factors, including social and cultural factors.

Learning Objective EIN-1.B: Explain factors that affect total fertility rate in human populations.

  • EIN-1.B.1 Total fertility rate (TFR) is affected by the age at which females have their first child, educational opportunities for females, access to family planning, and government acts and policies.
  • EIN-1.B.2 If fertility rate is at replacement levels, a population is considered relatively stable.
  • EIN-1.B.3 Factors associated with infant mortality rates include whether mothers have access to good healthcare and nutrition. Changes in these factors can lead to changes in infant mortality rates over time.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (EIN-1): Populasi manusia berubah sebagai respons terhadap berbagai faktor, termasuk faktor sosial dan budaya.

Tujuan Pembelajaran EIN-1.B: Jelaskan faktor-faktor yang memengaruhi tingkat fertilitas total pada populasi manusia.

  • EIN-1.B.1 Tingkat kesuburan total (TFR) dipengaruhi oleh usia saat perempuan memiliki anak pertama, peluang pendidikan bagi perempuan, akses terhadap keluarga berencana, serta undang-undang dan kebijakan pemerintah.
  • EIN-1.B.2 Jika tingkat kesuburan berada pada tingkat penggantian, populasi dianggap relatif stabil.
  • EIN-1.B.3 Faktor yang berkaitan dengan tingkat kematian bayi meliputi apakah ibu memiliki akses ke perawatan kesehatan dan nutrisi yang baik. Perubahan dalam faktor-faktor ini dapat menyebabkan perubahan tingkat kematian bayi dari waktu ke waktu.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

The total fertility rate 总生育率 (TFR) is the average number of children per woman. A replacement level of about 2.1 keeps a population steady; above it grows, below it shrinks. TFR falls with education, access to family planning, and lower infant mortality.

Bahasa Indonesia

Tingkat fertilitas total (TFR) adalah rata-rata jumlah anak per wanita. Tingkat pengganti sekitar 2.1 menjaga populasi tetap stabil; di atas itu tumbuh, di bawah itu menyusut. TFR menurun seiring pendidikan, akses kontrasepsi, dan mortalitas bayi yang lebih rendah.

3.8

Human Population Dynamics · ⁨Dinamika Populasi Manusia⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (EIN-1): Human populations change in reaction to a variety of factors, including social and cultural factors.

Learning Objective EIN-1.C.1: Explain how human populations experience growth and decline.

  • EIN-1.C.1 Birth rates, infant mortality rates, and overall death rates, access to family planning, access to good nutrition, access to education, and postponement of marriage all affect whether a human population is growing or declining.
  • EIN-1.C.2 Factors limiting global human population include the Earth's carrying capacity and the basic factors that limit human population growth as set forth by Malthusian theory.
  • EIN-1.C.3 Population growth can be affected by both density-independent factors, such as major storms, fires, heat waves, or droughts, and density-dependent factors, such as access to clean water and air, food availability, disease transmission, or territory size.
  • EIN-1.C.4 The rule of 70 states that dividing the number 70 by the percentage population growth rate approximates the population's doubling time.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (EIN-1): Populasi manusia berubah sebagai respons terhadap berbagai faktor, termasuk faktor sosial dan budaya.

Tujuan Pembelajaran EIN-1.C.1: Jelaskan bagaimana populasi manusia mengalami pertumbuhan dan penurunan.

  • EIN-1.C.1 Tingkat kelahiran, tingkat kematian bayi, dan tingkat kematian keseluruhan, akses terhadap keluarga berencana, akses ke nutrisi yang baik, akses ke pendidikan, serta penundaan pernikahan semuanya memengaruhi apakah suatu populasi manusia sedang tumbuh atau menurun.
  • EIN-1.C.2 Faktor pembatas populasi manusia global mencakup kapasitas tampung Bumi dan faktor dasar yang membatasi pertumbuhan populasi manusia sebagaimana dikemukakan dalam teori Malthusian.
  • EIN-1.C.3 Pertumbuhan populasi dapat dipengaruhi oleh faktor yang tidak bergantung pada kepadatan, seperti badai besar, kebakaran, gelombang panas, atau kekeringan, serta faktor yang bergantung pada kepadatan, seperti akses ke air bersih dan udara, ketersediaan makanan, penularan penyakit, atau ukuran wilayah.
  • EIN-1.C.4 Aturan 70 menyatakan bahwa membagi angka 70 dengan persentase laju pertumbuhan populasi akan memperkirakan waktu penggandaan populasi.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

Human population growth depends on birth rate, death rate, and migration. Rapid growth strains resources and increases the ecological footprint 生态足迹. Factors lowering birth rates include education (especially of women), urbanization, and economic development.

Worked example. A country has a birth rate of $30$ per $1000$ and a death rate of $10$ per $1000$. The natural growth rate is $\dfrac{30-10}{10}=2.0\%$ per year (dividing the per-thousand difference by $10$ converts it to a percent). By the rule of 70, the population doubles in about $\dfrac{70}{2.0}=35$ years. If development cut the growth rate to $1.0\%$, the doubling time would stretch to $\dfrac{70}{1.0}=70$ years.

Bahasa Indonesia

Pertumbuhan populasi manusia bergantung pada tingkat kelahiran, tingkat kematian, dan migrasi. Pertumbuhan cepat membebani sumber daya dan meningkatkan jejak ekologis. Faktor yang menurunkan tingkat kelahiran termasuk pendidikan (terutama perempuan), urbanisasi, dan pembangunan ekonomi.

Contoh terpecahkan. Sebuah negara memiliki tingkat kelahiran $30$ per $1000$ dan tingkat kematian $10$ per $1000$. Tingkat pertumbuhan alami adalah $\dfrac{30-10}{10}=2.0\%$ per tahun (membagi selisih per seribu dengan $10$ mengubahnya menjadi persentase). Berdasarkan aturan 70, populasi berlipat ganda dalam waktu sekitar $\dfrac{70}{2.0}=35$ tahun. Jika pembangunan menurunkan tingkat pertumbuhan menjadi $1.0\%$, waktu berlipat ganda akan meluas menjadi $\dfrac{70}{1.0}=70$ tahun.

Kota padat yang ramai: dinamika populasi manusia bergantung pada tingkat kelahiran, tingkat kematian, dan migrasi
Kota padat yang ramai: dinamika populasi manusia bergantung pada tingkat kelahiran, tingkat kematian, dan migrasi
3.9

Demographic Transition · ⁨Transisi Demografis⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (EIN-1): Human populations change in reaction to a variety of factors, including social and cultural factors.

Learning Objective EIN-1.D: Define the demographic transition.

  • EIN-1.D.1 The demographic transition refers to the transition from high to lower birth and death rates in a country or region as development occurs and that country moves from a pre-industrial to an industrialized economic system. This transition is typically demonstrated through a four-stage demographic transition model (DTM).
  • EIN-1.D.2 Characteristics of developing countries include higher infant mortality rates and more children in the workforce than developed countries.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (EIN-1): Populasi manusia berubah sebagai respons terhadap berbagai faktor, termasuk faktor sosial dan budaya.

Tujuan Pembelajaran EIN-1.D: Definisikan transisi demografi.

  • EIN-1.D.1 Transisi demografi merujuk pada peralihan dari tingkat kelahiran dan kematian yang tinggi menjadi lebih rendah di suatu negara atau wilayah seiring dengan perkembangan, di mana negara tersebut beralih dari sistem ekonomi pra-industri menuju industri. Peralihan ini biasanya digambarkan melalui model transisi demografi empat tahap (DTM).
  • EIN-1.D.2 Ciri-ciri negara berkembang meliputi tingkat kematian bayi yang lebih tinggi dan jumlah anak yang bekerja lebih banyak dibandingkan negara maju.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

The demographic transition 人口转型 describes how a country's growth changes as it develops, in stages: (1) high birth and death rates (slow growth); (2) death rate falls (rapid growth); (3) birth rate falls (slowing growth); (4) both low (stable). Developed nations are in later stages; many developing nations are in the rapid-growth stages.

The population grows fastest in stages 2 and 3 – the gap between a still-high birth rate and an already-fallen death rate. That lag is why a country's population keeps climbing long after its death rate drops.

Bahasa Indonesia

Transisi demografis menggambarkan bagaimana pertumbuhan suatu negara berubah seiring perkembangannya, melalui tahap-tahap: (1) tingkat kelahiran dan kematian tinggi (pertumbuhan lambat); (2) tingkat kematian turun (pertumbuhan cepat); (3) tingkat kelahiran turun (pertumbuhan melambat); (4) keduanya rendah (stabil). Negara maju berada di tahap akhir; banyak negara berkembang berada di tahap pertumbuhan cepat.

Empat tahap transisi demografis
Empat tahap transisi demografis

Populasi tumbuh paling cepat pada tahap 2 dan 3 – kesenjangan antara tingkat kelahiran yang masih tinggi dan tingkat kematian yang sudah turun. Keterlambatan ini menyebabkan populasi suatu negara terus meningkat lama setelah tingkat kematian turun.

Vocabulary · ⁨Kosa kata⁩ Train · ⁨Latih⁩
English Bahasa Indonesia
demographic transition/ˌdeməˈɡræfɪk trænˈsɪʃn/ transisi demografis
3.9

Exam tips · ⁨Tips ujian⁩

English
  • Use the rule of 70: doubling time ≈ 70 ÷ growth-rate(%); a growth rate is (births − deaths) per 1000 ÷ 10.
  • Read age-structure diagrams: a wide base predicts rapid growth, even bars a stable population.
  • Contrast r-selected (many offspring, little care) and K-selected (few, much care) strategies.
  • Know the demographic transition stages and what lowers birth rates (education, family planning, development).
  • A falling growth rate still means growth — the population only shrinks when deaths exceed births.
Bahasa Indonesia
  • Gunakan aturan 70: waktu berlipat ganda ≈ 70 ÷ tingkat pertumbuhan(%); tingkat pertumbuhan adalah (kelahiran − kematian) per 1000 ÷ 10.
  • Bacalah diagram struktur usia: dasar yang lebar memprediksi pertumbuhan cepat, sementara baris yang rata menunjukkan populasi stabil.
  • Bandingkan strategi r-selected (banyak keturunan, sedikit perawatan) dan K-selected (sedikit, banyak perawatan).
  • Pahami tahap transisi demografis serta faktor yang menurunkan tingkat kelahiran (pendidikan, keluarga berencana, pembangunan).
  • Penurunan tingkat pertumbuhan tetap berarti pertumbuhan – populasi hanya menyusut ketika kematian melebihi kelahiran.

Interactive lessons on this topic · ⁨Pelajaran interaktif untuk topik ini⁩

Work through it step by step, with instant-check exercises. · ⁨Kerjakan langkah demi langkah, dengan latihan pengecekan instan.⁩

Past Papers · ⁨Soal-Soil Masa Lalu⁩

More topics in AP Environmental Science · ⁨AP Sains Lingkungan⁩ · ⁨Topik lain dalam AP Environmental Science · ⁨AP Sains Lingkungan⁩⁩

Log in or create account · ⁨Masuk atau buat akun⁩

IGCSE, A-Level & AP