Learning Objective 5.1.A: Explain how health psychology addresses issues of physical health and wellness as they apply to behavior and mental processes.
Learning Objective 5.1.B: Explain how stress applies to behavior and mental processes.
- 5.1.B.1 Stress is a factor in heightened susceptibility to disorders and disease. Stress has been linked to physiological issues such as hypertension, headaches, and immune suppression.
- 5.1.B.2 Stressors can be viewed as motivating (eustress) or debilitating (distress). Stressors can be experienced as traumatic or as daily hassles that can build up over time. Adverse childhood experiences (ACEs) are sources of stress that can affect a person throughout the lifespan.
Learning Objective 5.1.C: Explain how reactions to stress apply to behavior and mental processes.
- 5.1.C.1 The general adaptation syndrome (GAS) describes the process of experiencing stress. Initially, alarm reaction occurs when the stress is encountered (via a fight-flight-freeze response). Then, a resistance phase occurs as the stress is confronted. Finally, an exhaustion phase occurs when the stress subsides, or resources are spent. The greatest susceptibility to illness occurs during the exhaustion phase.
- 5.1.C.2 The tend-and-befriend theory proposes that some people react to stress by tending to their own needs and/or the needs of others and seeking connection with others. This phenomenon seems to occur mostly in women.
Learning Objective 5.1.D: Explain how the ways that people cope with stress applies to behavior and mental processes.
- 5.1.D.1 Problem-focused coping involves seeing stress as a problem to be solved and working solutions until a solution is found.
- 5.1.D.2 Emotion-focused coping involves managing emotional reactions to stress as a means of coping. Strategies that are emotion-focused may include deep breathing, meditation, or taking medication aimed at reducing stressful emotional responses.
Tujuan Pembelajaran 5.1.A: Jelaskan bagaimana psikologi kesehatan menangani masalah kesehatan fisik dan kesejahteraan sesuai dengan perilaku dan proses mental.
Tujuan Pembelajaran 5.1.B: Jelaskan bagaimana stres berlaku pada perilaku dan proses mental.
- 5.1.B.1 Stres merupakan faktor dalam peningkatan kerentanan terhadap gangguan dan penyakit. Stres telah dikaitkan dengan masalah fisiologis seperti hipertensi, sakit kepala, dan penekanan sistem imun.
- 5.1.B.2 Stimulus stres dapat dipandang sebagai memotivasi (eustress) atau melemahkan (distress). Stimulus stres dapat dirasakan sebagai trauma atau hal-hal kecil sehari-hari yang dapat menumpuk seiring waktu. Pengalaman masa kanak-kanak yang merugikan (ACEs) adalah sumber stres yang dapat memengaruhi seseorang sepanjang masa hidupnya.
Tujuan Pembelajaran 5.1.C: Jelaskan bagaimana reaksi terhadap stres berlaku pada perilaku dan proses mental.
- 5.1.C.1 Sindrom adaptasi umum (GAS) menggambarkan proses mengalami stres. Awalnya, reaksi alarm terjadi ketika stres dihadapi (melalui respons fight-flight-freeze). Kemudian, fase resistensi terjadi saat stres dihadapi. Akhirnya, fase kelelahan terjadi ketika stres mereda, atau sumber daya habis. Kerentanan terbesar terhadap penyakit terjadi selama fase kelelahan.
- 5.1.C.2 Teori berkepemilikan dan mencari pertemanan (tend-and-befriend) mengusulkan bahwa beberapa orang bereaksi terhadap stres dengan memprioritaskan kebutuhan mereka sendiri dan/atau kebutuhan orang lain serta mencari koneksi dengan orang lain. Fenomena ini tampaknya terjadi sebagian besar pada wanita.
Tujuan Pembelajaran 5.1.D: Jelaskan bagaimana cara orang mengatasi stres berlaku pada perilaku dan proses mental.
- 5.1.D.1 Koping berfokus pada masalah melibatkan pandangan stres sebagai masalah yang harus diselesaikan dan bekerja mencari solusi hingga ditemukan.
- 5.1.D.2 Koping berfokus pada emosi melibatkan pengelolaan reaksi emosional terhadap stres sebagai cara untuk mengatasi. Strategi yang berfokus pada emosi mungkin termasuk pernapasan dalam, meditasi, atau mengonsumsi obat-obatan yang bertujuan mengurangi respons emosional yang stres.