Cakupan dan prasyarat
Topik Psikologi GRE 7 (VII). Gunakan MM.1 untuk skor standar dan EP.1 untuk alat skrining kondisional. Tugas latihan di bawah ini adalah asli, bukan soal resmi ETS.
Konsep dan metode
reliabilitas: Konsistensi pengukuran di bawah kondisi yang ditentukan. validitas: Bukti yang mendukung interpretasi dan penggunaan skor tertentu.
Strukturalisme menganalisis pengalaman sadar; fungsionalisme menanyakan bagaimana aktivitas mental berfungsi untuk adaptasi. Perilaku menekankan pembelajaran yang dapat diamati; psikologi Gestalt menekankan persepsi yang terorganisir. Ini adalah penekanan historis, bukan label yang dapat saling ditukar.
Penjelasan psikoanalitik menekankan konflik tak sadar, penjelasan humanistik menekankan agensi dan pertumbuhan, serta penjelasan kognitif menekankan pemrosesan informasi. Bandingkan mekanisme penjelasannya daripada mencocokkan setiap teori dengan satu nama yang sudah familiar.
Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi lintas pengukuran. Validitas berkaitan dengan bukti untuk interpretasi dan penggunaan yang diusulkan. Koefisien reliabilitas yang tinggi tidak dapat membuktikan bahwa tes mengukur konstruk yang dimaksud secara adil.
Standarisasi menyediakan administrasi yang konsisten dan sampel referensi yang relevan. Posisi berbasis norma berbeda dengan penguasaan berbasis kriteria. Nilai prediktif bergantung pada tingkat dasar serta sensitivitas dan spesifisitas.
Norma menggambarkan posisi relatif dalam populasi referensi; kriteria penguasaan menggambarkan standar kinerja yang ditentukan. Persentil tinggi bukan hal yang sama dengan persentase benar yang tinggi. Administrasi terstandarisasi mengurangi variasi prosedur yang dapat dihindari, namun sampel norma harus tetap sesuai dengan tujuan penggunaan. Perspektif psikologis dapat mengajukan pertanyaan yang melengkapi; perbedaan penekanan tidak membuat setiap observasi menjadi penentu bagi satu sekolah.
Penalaran Bekerja
Di 1,000 orang, diasumsikan 10 memiliki kondisi target. Alat skrining mendeteksi 9 dari mereka yang 10, tetapi secara keliru menandai 99 dari 990 lainnya. Dari 108 hasil skrining positif, hanya 9/108≈8.3% yang merupakan kasus positif sejati. Ini adalah contoh metode hipotetis, bukan rekomendasi diagnostik.
Seorang peserta berada pada persentil ke-80 dalam tes berstandar normatif dan menjawab benar 60%. Apakah ini kontradiktif?
Tidak. Persentase benar membandingkan respons benar dengan seluruh butir soal. Persentil membandingkan skor peserta dengan skor dalam kelompok referensi. Tes yang sulit dapat menghasilkan kedua angka tersebut. Sebutkan populasi norma dan perbandingan khusus alih-alih mengganti satu ukuran dengan ukuran lainnya.

Transfer mandiri
Dalam 2,000 kasus fiksi, 20 memenuhi definisi target. Alat skrining menandai 18 dari jumlah ini dan 198 dari kelompok lainnya. Hitung fraksi skrining positif yang memenuhi definisi.
Cobalah secara mandiri, kemudian gunakan solusi lembar keterampilan pencocokan.
Tinjauan dan Batasan Sumber
Hindari kesalahan ini: Jangan menyamakan sensitivitas dengan probabilitas bahwa hasil positif itu benar, dan jangan gunakan skor kelas untuk mendiagnosis gangguan.